SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA,,,HAL-HAL YANG MENGENAI PENAMPILAN..ISI..TATA LETAK YANG SAYA HIDANGKAN..ITULAH KEMAMPUAN SAYA..LAKUKAN APA YANG ANDA BISA,,






Monday, 19 November 2012

Makna dan Cakupan Gending Sluku Sluku Bathok ( Bahasa Arab )

Sluku Sluku Bathok Versi Bahasa Arab dan Bahasa Jawa










Agama adalah agama yang paling mulia, agama yang di ridhoi oleh Alloh , dan Alloh sendirilah yang akan menjaga Agama Islam, secara singkat islam terbentuk dari lima huruf abjad yaitu I S L A M, yang kemudian oleh orang jawa di akronimkan Ingin Selamat Laksanakan Ajaran Muhammad, ada lagi Isya Subuh Luhur Asar Magrib, Semua itu adalah hasil karya masyarakat jawa yang menjadi kata ISLAM. 

Dalam agama islam dikenal dengan Bahasa Arab tetapi tidak harus memakai bahasa arab dalam kesehariannya. Pembawa agama islam, terutama di tanah jawa ini adalah Wali Songo. Para wali songo yang dikenal sebagai pembawa agama islam tercepat dengan metode metode yang disampaikannya, sampai saat ini masih mancep di hati masyarakat.

Orang jawa dulu ( wong jaman biyen ) untuk menyerap informasi dan untuk mengucapkan lafadz-lafadz arab itu sulit, karena memang cetakan lidah, itu bukan hanya orang dulu, sampai saat ini saja orang jawa untuk mengucapkan bahsa arab dengan fasih saja sangat sulit.
Sekedar contoh saja
Dholim  dibaca Lalim            
Abdul Rozak    dibaca Dolrajak   
Isya  dibaca Ngisa
Mauludan  dibaca muludan  dll

Berkaitan dengan hal itu, maka para wali songo bijaksana, dalam penyebaran ini para wali songo menggunakan metode Emotional Qoestient dan Emotional Intellegent. Untuk memberikan informasi tentang islam para wali menggunakan bahasa arab tapi di jowok no agar mudah dipahami. Sekedar contoh  Kalau ada lapangan yang luas iku diarani Alon-Alon  diambil dari bahasa arab Allaun allaun yang artinya macam-macam. Kalau gak percaya liat aja di alon-alon isine lak muacem muacem.. ada yang duduk..ada yang berdiri,,ada yang berjalan,, ada yang main-main..ada yang jualan..ada yang gendak an…

Perlu di ketahui, Seluruh wali songo itu semua Hafal Al-Quran. Bahkan Sunan Bonang itu hafal Kitab Shohih Ibnu Hiban ( tebalnya lebih tinggi dari Printer Epson T13x), Tetapi para wali songo kalau menasehati masyarakat tidak sedikit-sedikit pamer dalil, tidak memakai bahasa al-quran, Para wali songo hanya menggunakan Gending-gending jowo (Syair). Seumpama para wali songo menasehati masyarakat sedikit-sedikit pakai dalil,,semua itu akan sia sia (hilang)..
Dibawah ini adalah salah satu contoh Gending Jowo yang digunakan para wali untuk menasehati masyarakat.

Sluku-sluku bathok                                      Usluku suluka bathnaka
Bathoke ela-elo                                            Bathnaka La ilaha illallahu
Si Rama menyang Solo                               Siiruu ma’aa man sholla
Oleh-olehe payung motho                          Allahu faizun ‘ala man taaba
Tak jenthit lolo lobah                                 Ittakhidzillaha Robba
Wong mati ora obah                                   Man maata roaa dzunuubah
Yen obah medeni bocah                             Dzunuuba dainin yaghillu yadah
Yen  urip goleka dhuwit.                            Rottibil kolbi bil qouluts tsabit
Sir sir pong udele bodong                         Sir sairon dalla showabaan


Untuk Bahasa Arabnya bisa lihat di atas,,,dan untuk penjelasanya..baca terus postingan kali ini.

Sluku-sluku bathok
Usluku suluka bathnaka
Ngambaho siro koyo ngambahe weteng siro
Maknanya adalah kita disuruh untuk mengambil jalan yang seperti perut kita yang telah terisi makanan. Jalan itu adalah jalan lurus. Seperti yang ada dalam surat fatihah, dalam surat fatihah terdapat 3 jalan dan kita manusia disuruh untuk memilih salah satu jalan dengan konsekuensi yang 2 harus ditinggalkan. Ketiga jalan tersebut adalah Shirootolladiina an’amta ‘alaihim  ( jalan-jalan orang yang telah diberi nikmat oleh Allah), Ghoiril maghdhuubi ‘alaihim  ( jalan-jalan orang yang dibenci Allah ) dan Waladholliin ( jalan-jalan orang yang disesatkan oleh Allah)

Bathoke ela – elo
Bathnaka La ilaha illallahu
Isien batin (weteng) siro kelawan La ilaha illallahu
Maknanya adalah kita disuruh untuk mengisi batin (perut) kita dengan La ilaha illallahu, karena di dalam perut segala sesuatu ada, dalam bahasa jawanya perut adalah Weteng ( isine ruwet tur peteng ), kemudian para wali menyuruh umat manusia untuk mengisi batin kita dengan La ilaha illallahu yaitu tiada tuhan kecuali Allah agar batin kita tidak gelap, yang kedua para wali menyuruh umat manusia untuk mengisi perut manusia dengan makanan dan minuman yang halal supaya isine gak ruwet tur peteng.


Si romo menyang solo
Siiruu ma’aa man sholla
Lumakuo siro kabeh sumertane wong kang podo sholat

Romo artinya bapak. Dan bapak adalah kepala keluarga. Makna dari gending di atas adalah kita disuruh untuk selalu bersama-sama orang-orang yang telah melakukan sholat supaya kita selalu senantiasa menjaga sholat kita. Dan sholat adalah  Ro’sul Ibadah. . Ro’sun artinya kepala . Maknanya coro uwong Sholat itu adalah kepala, manusia bias anggap orang jikalau masih mempunyai kepala. Dalam islam juga seperti, orang itu masih bias dikatakan islam dan iman jikalau orang itu tetap sholat.


Oleh-oleh e payung motho
Allahu faizun ‘ala man taaba
Gusti Allah iku seneng marang wong kang tobat

Makna Tobat disini bukan berarti orang yang telah berbuat maksiat yang sangat besar, atau orang-orang yang telah berbuat dosa besar kemudian bertobat.
Makna tobat disini adalah orang-orang yang kembali. Dalam bahasa arab tobat adalah Taaba maknane wong kang bali. Yaitu orang –orang yang telah kembali dan orang-orang yang mau kembali ke jalan yang benar yaitu agama islam dan Allah sendiri menyukai orang-orang tobat dan orang-orang yang kembali ke jalan Allah dengan senantiasa melaksanakan hukum-hukum islam dalam bahasa santrinya Allah menyukai orang-orang yang taqwa ( orang-orang yang menjalankan perintah Allah dan orang-orang yang meninggakan larangan Allah secara dhohir maupun bathin)


Tak jenthit lo lo lobah
Ittakhidzillaha Robba
Ngalapo siro kabeh ing Allah dadi pengeran siro kabeh

Maknanya kita disuruh yakin dengan Allah dan mengambil Allah sebagai tuhan kita, seng liane ojo. Karena tuhan itu cuma satu yaitu Allah. Allah yang maha kuasa Allah yang menciptakan seluruh isi alam. Allah tempat bergantung, Allah yang tidak diperanakan maupun yang mempunyai anak. Seperti dalam Surat Al-Iklas



Wong mati ora obah
Man maata roaa dzunuubah
Sopo wonge kang mati mongko bakal weruh ing dosane

Maknane. Umat manusia akan mengetahui semua perbuatannya, terutama dosanya, ketika manusia itu mati, Karena sekecil apapun perbuatan kita, Allah akan tetap mengetahuinya. Karena Allah maha menghisab (menghitung perbuatan) besok di hari kiamat. Man maata roaa dzunuubah ambek wong jowo didadekno Wong mati ora obah.


Yen obah medeni bocah
Dzunuuba dainin yaghillu yadah
Utawi doso utang iku kang blenggu tanggan loro siro kabeh

Maknane. Yang membelenggu kedua tangan manusia adalah adalah dosa hutang. Baik hutang dengan Allah yaitu berupa Ibadah Mahdhoh maupun hutang kepada manusia yang berupa Ibadah Muammalah. Karena Orang yang dikatakan Sholeh itu, ketika Hubungannya dengan Allah itu baik dan Ketika hubungannya dengan manusia itu juga baik. Jika hanya satu yang baik, maka belum dikatakan Sholeh.


Yen urep golek o duwet
Rottibil kolbi bil qouluts tsabit
Runtutno o atimu kelawan guneman kang wes kliwat

Maknane. Kita harus tetap menjaga hati kita , bagaimana kita menjaga hati kita, yaitu dengan qouluts tsabit, apa qouluts tsabit itu ? yaitu La ilaha illallah. Dengan tujuan supaya hati kita tetap dalam koridor ajaran agama islam dengan membawa La ilaha illallah. Karena manusia itu hidup itu kaleh Allah disuruh cekelan La ilaha illallah. Manusia mati kedah gowo La ilaha illallah. Masuk surga buka pintu surga kelawan kunci La ilaha illallah.


Sir sir pong udele bodong
Sir sairon dalla showabaan
Lumakuo siro kabeh marang dalan kabeneran
Maknane. Kita harus selalu mencari jalan yang menunjukkan kepada jalan kebenaran. Yaitu Gobdelan Agamane Allah. Seperti yang ada dalam surat fatihah, dalam surat fatihah terdapat 3 jalan dan kita manusia disuruh untuk memilih salah satu jalan dengan konsekuensi yang 2 harus ditinggalkan. Ketiga jalan tersebut adalah Shirootolladiina an’amta ‘alaihim  ( jalan-jalan orang yang telah diberi nikmat oleh Allah), Ghoiril maghdhuubi ‘alaihim  ( jalan-jalan orang yang dibenci Allah ) dan Waladholliin ( jalan-jalan orang yang disesatkan oleh Allah)


Masyaallah sungguh indah indah lantunan gendingan para walisongo dan sungguh sangat sangat luas  makna dan cakupannya, Semoga Allah senantiasa menjaga  semua gending-gending para walisogo seperti Allah menjaga Al-Quran.
Postingan kali ini saya rangkum dari ceramah KH. Anwar Zahid kyai kondang asal Bojonegoro.

2 comments:

  1. cc. KH. Anwar Zahid, saya kenal beliau waktu di pesantren sampurnan Bungah Gresik

    ReplyDelete

Please..
Berikan saran...